COMPLICATED


it's too sad to cry.

hari ini, sabtu -yang orang bilang "sabar, saling bantu"- dua mei dua ribu dua puluh. 
kita selesai. tapi aku masih terganggu. ini tidak adil. seolah ada usai yang belum selesai. 

aku kecewa. aku sedih. tapi air mata ini terlalu berharga jika aku keluarkan hanya untuk menangisimu. suatu hal yang pada kenyataannya memang hanya untuk sementara. 

apakah kamu ingat apa yang kamu katakan kepadaku hari itu? jauh sebelum kita tahu akan menjadi apa kita sekarang ini, sebelum kamu membisikan 'namaku' tepat di telingaku. jujur dan lembut. meskipun, sepertinya terlihat menyakitkan untukmu untuk mengatakannya. 

kamu mengatakan padaku bahwa kamu adalah orang yang paling berani ketika sedang jatuh cinta. kamu mengatakan padaku, bahwa kita akan sama-sama melihat masa depan meskipun kita belum seperti sekarang ini. jadi jangan hanya mengatakan dan berdiam diri disana, tapi katakanlah sebenarnya jika memang kamu takut.  

kamu berjalan perlahan. kemudian berhenti. berdiri tegap. menghadapku. kemudian kamu tersenyum. dalam hati aku berkata "aku mengenali senyuman itu. aku mengerti apa yang dia maksud. aku memahami maksudnya. dan aku mempercayainya."

tapi waktu berjalan sangat cepat. aku tidak pernah menduga kita akan selesai dengan cara yang buruk -menurutku- seperti sekarang ini. ah kita belum selesai. kita hanya butuh waktu untuk kita sendiri. 

yang tidak adil adalah waktu. bukan kamu. bukan aku. dan bukan kita. 

mensyukuri nikmat. menghargai diri sendiri. bersedihlah secukupnya.

karena akan selalu ada garis yang sudah tergambar terhadap semua yang terjadi kepada kita. sehingga ketika sudah tidak ada harapan lagi, kita tidak sibuk menyalahkan diri sendiri. dan berhenti merasa seolah-olah aku adalah satu-satunya orang yang tersakiti. dan kamu adalah hal yang paling menyebalkan. 

terima kasih.

0 komentar