Naik Gocar dari Stasiun Purwokerto “Menyedihkan”

Minggu malam 29 September 2019 sekitar pukul 20.00 WIB saat itu. Kami (aku dan dua orang temanku) sampai di Stasiun Purwokerto setelah pergi dari liburan singkat kami ke Yogyakarta. Suasana cukup ramai, sehingga kami memilih untuk keluar lewat pintu keluar stasiun sebelah utara. Kemudian mencari tempat yang cukup sepi untuk memesan Go Car. 
Di zaman yang semakin canggih seperti sekarang ini, kehadiran ojek online ataupun taxi online sangat membantu pelancong. Khususnya orang-orang seperti kami yang memiliki budget pas-pasan. Selain tarif yang sudah ditetapkan (tidak memberikan tarif semau driver), pemesanan mudah, pelayanan juga ramah, dan have no limited time untuk waktu pemesanannya. Karena mereka siap mengantar kita kemanapun bahkan dini hari sekalipun. 

Seperti di stasiun kota-kota lainnya, ojek online atau taxi online memang TIDAK DIIZINKAN untuk menjemput penumpang di area stasiun. Alhasil, malam itu kami berjalan sekitar 600meter dari stasiun dengan jalan yang sedikit menanjak, tas ransel dipunggung, sling bag di depan, dan tidak lupa paper bag yang berisikan oleh-oleh. Bisa dibayangkan betapa ribednya kami bertiga.

Disitu ternyata kami tidak sendirian, ada banyak penumpang lainnya juga yang bernasib sama. Hal yang membuatku sedih pada malam itu (dalam keadaan lelah, marah sekaligus lapar membuatku sedikit sensitif) adalah, ketika melihat satu keluarga yang berjalan di depan kami. Seorang Ibu yang menuntun anaknya sekitar umur 5tahun dengan membawa sebuah tas dan seorang Ayah yang menggendong anak batitanya dan juga tas serta bawaan yang tidak sedikit. Ada juga yang berjalan dengan membawa koper ataupun tas besar.

Masih tidak habis pikir kenapa Zona Merah untuk Ojek dan Taxi Online sampai sejauh ini. Aku melihat hal yang sama juga terjadi di stasiun lain, tapi aku rasa jaraknya tidak sejauh yang saya rasakan malam itu. Sebagai contoh di Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Poncol, penumpang taxi online hanya harus keluar dari pintu keluar stasiun dan berjalan sekitar 300meter. 

Dalam perjalanan pulang, kami mendapat sedikit penjelasan dari Driver kami. Ternyata memang sudah menjadi kesepakatan antara  Driver Taxi Online dan Taxi Konvensional. Dan yang mengenaskan, jika driver taxi online tersebut melanggar (masuk ke zona merah) akan mendapat denda. Denda untuk Taxi Online Rp.400.000,- dan untuk Ojek Online Rp.250.000,-.

Sebelum kami bertemu dengan Drivernya, kami sempat meminta untuk tetap menjemput di area sekitar 300meter dari Stasiun. Kami kira karena lokasinya sudah jauh dari stasiun sehingga akan aman. Tapi ternyata tidak. Beliau menjelaskan jika ada begitu banyak mata-mata yang mengawasi jika memang mereka akan tetap memaksa menjemput di Zona Merah tersebut. 

Malam itu aku menilai "sedikit tidak suka" terhadap Ojek atau Taxi Pangkalan. Karena menurutku, Ojek dan Taxi Online sangat memberikan manfaat dan kemudahan untuk saat ini. Semoga, permasalahan-permasalahan mereka segera teratasi dan sama-sama terbuka untuk "brayan" mencari rizki serta demi kenyamanan penumpang. 

Begitulah singkat cerita atas pengalaman kami naik Go Car dari Stasiun Purwokerto untuk pertama kalinya. Oh ya, baca juga beberapa referensi tempat nongkrong asik di Purwokerto (cek disini). Semoga bermanfaat. See you!

0 komentar