Fall Into Oblivion :(

Sebuah lagu, nama jalan, keadaan jalan, warna baju, makanan dan beberapa hal lainnya yang terkadang bisa membuat kita ingat akan "suatu" hal yang pernah kita alami. Hal tersebut seolah menjadi "jangkar memori" untuk membawa kita kembali memikirkan "hal" yang saat itu sedang terjadi dan membayangkan seakan kita berada disana kembali, dengan segalanya yang ada pada saat itu meskipun kita tidak sengaja untuk mengingatnya.
John Green dalam bukunya Paper Towns mengatakan "the town was paper, but the memories were not", disaat itu juga aku sepakat dengan pendapatnya John Green. Karena, Ya. Memori itu akan selalu diingat seseorang, selama orang tersebut masih ada di dunia ini, dan tidak dalam keadaan gila. I think, it also still applies to "forgetful people". Ya.. meskipun hasilnya mungkin tidak semaksimal orang yang "suka" untuk mengingat suatu kejadian yang ada di masa lalu.

Diingat merupakan keinginan banyak orang. Dan beberapa orang dari mereka mencoba membuat karya, mengabadikan moment dengan foto, video, dan meninggalkan jejak jejak lainnya. Mereka berharap untuk diingat, mereka berharap agar orang orang setelah dia (entah itu orang yang mengenalnya maupun tidak mengenalnya) itu tau bahwa "dia" pernah ada di dunia ini.

However, there are things that make me confused when in TFiOS (The Fault in Our Stars), John Green said "there will come a time when all of us are dead. all of us! there will come a time when there are no human beings remaining to remember that anyone ever existed or that our species ever did anything. there'll be no one left to remember Aristotle or Cleopatra, let alone you. everything that we did and built and wrote and thought and discovered will be forgotten and all of this will have been for naught."

Ya!!!
--akan tiba saatnya ketika kita semua mati. KITA SEMUA! akan tiba saatnya ketika tidak ada orang yang tersisa untuk mengingat bahwa ada yang pernah ada atau bahwa spesies kita pernah melakukan sesuatu. tidak akan ada yang tersisa untuk mengingat Aristoteles atau Cleopatra, APALAGI KAMU. Semua yang kita lakukan dan bangun dan tulis dan pikirkan dan temukan akan dilupakan dan semua ini akan sia sia.
Dengan segala kebingungan, kali ini rasanya aku juga sepakat dengan John Green dalam TFiOS. Karena aku merasa aku akan dilupakan. Semua foto di instagram, cuitan dalam twitter, postingan di facebook, bahkan tulisan ini'pun yang aku tulis dengan penuh konsentrasi di Kantor CV. Java Multi Mandiri, 16 April 2019 pukul 16.53 WIB akan dilupakan ketika semua orang yang pernah membacanya telah kembali ke Tuhan.

Entahlah! yang jelas, mencoba untuk berbuat baik dan bersyukur atau bahkan mencoba untuk "diingat" menjadi salah satu hal yang akan membuat kita sadar akan kebesaran Tuhan. Dan untuk "diingat" atau "dilupakan" itu urusan nanti.

Karena,,
"what is the point of being alive if you don't at least try to do something remarkable?"
- John Green, An Abudance of Katherines.

Love you, and see ya!

2 komentar